Mendapat email penolakan dengan status Desk Rejection (ditolak langsung oleh Editor-in-Chief dalam waktu beberapa hari setelah submit) adalah hal yang sangat menyesakkan bagi peneliti. Mengapa artikel yang ditulis berbulan-bulan bisa ditolak bahkan sebelum sempat dibaca oleh Reviewer?

3 Penyebab Utama Desk Rejection

1. Ketidaksesuaian Ruang Lingkup (Out of Scope)

Ini adalah kesalahan paling klasik. Banyak peneliti tergiur dengan reputasi atau kuartil (Q1/Q2) sebuah jurnal tanpa membaca dengan saksama bagian Aims & Scope mereka. Jika jurnal tersebut berfokus pada teknik murni, memasukkan artikel tentang manajemen pendidikan teknik ke sana hampir 100% akan berujung pada penolakan instan.

2. Standar Bahasa Inggris Akademik yang Rendah

Editor jurnal bereputasi global menerima ratusan naskah setiap minggu. Jika naskah Anda dipenuhi salah ketik (typo), struktur kalimat yang membingungkan (indorish), atau penggunaan tata bahasa yang buruk, editor tidak akan membuang waktu untuk meneruskannya ke peninjau. Bahasa yang buruk mencerminkan riset yang kurang dipersiapkan secara serius.

3. Format Naskah Mengabaikan Author Guidelines

Setiap jurnal memiliki gaya selingkung tunggal—mulai dari batas kata, format tabel, hingga sistem sitasi (APA, IEEE, Vancouver). Mengirimkan naskah dengan format acak-acakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghormati aturan rumah tangga jurnal tersebut.

Kesimpulan & Solusi

Menembus Scopus membutuhkan ketelitian administratif yang sama besarnya dengan ketelitian substansi riset Anda. Selalu lakukan audit mandiri (self-check) sebelum mengeklik tombol submit.

🔍 Butuh Pandangan Kedua? Jangan biarkan naskah Anda ditolak karena masalah teknis. Tim Pendampingan Publikasi dan Proofreading RANIRA siap melakukan pra-review naskah Anda untuk memastikan format, bahasa, dan target jurnal Anda sudah tepat sasaran.